
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PENGGUNAAN GEDUNG HERBARIUM BOGORIENSE LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
KOMPLEKS CIBINONG SCIENCE CENTER, CIBINONG
KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT
23 MEI 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Riset dan Teknologi dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Wakil Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia dan para Pimpinan Organisasi Internasional,
Yang saya hormati Saudara Wakil Gubernur Jawa Barat dan para Pimpinan
dan Pejabat Negara yang bertugas di Jawa Barat, baik dari unsur
Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati Saudara Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,
para Pimpinan Perguruan Tinggi dan Lembaga-lembaga Penelitian,
Yang saya cintai para Peneliti, para Ilmuwan, para Teknolog,
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Puji dan syukur, marilah sekali lagi kita panjatkan ke hadirat Tuhan
Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, hari ini kita dapat
menghadiri Peresmian Gedung Herbarium Bogoriense sebagai Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia di kompleks Cibinong Science Center. Bersama
dengan peresmian gedung ini, kita akan menutup kegiatan ”Tahun Indonesia
untuk Ilmu Pengetahuan 2005-2006” serta melepas perjalanan Ekspedisi
Widya Nusantara.
Pada kesempatan yang membahagiakan ini, saya ingin menyampaikan ucapan
selamat Hari Ulang Tahun pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang
ke-40. Semoga diusia yang ke-40 ini seluruh jajaran LIPI dapat
meningkatkan dharma bhaktinya dalam melakukan berbagai penelitian dan
kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Hadirin yang saya hormati,
Tren pembangunan antarbangsa di era global menuntut adanya pertumbuhan
yang berbasiskan pada pengetahuan. Unsur terpenting dalam mencapai hal
itu adalah daya saing bangsa yang tangguh melalui basis pengetahuan yang
dimiliki oleh sebuah bangsa. Oleh karena itu, salah satu agenda
pembangunan yang penting dan strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2004-2009 adalah peningkatan kemampuan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Terkait dengan kemampuan iptek nasional, disamping kerja keras yang
telah kita lakukan selama ini harus kita akui, bahwa kemampuan Iptek
nasional saat ini masih perlu kita tingkatkan. Hal ini antara lain
ditunjukan dengan belum banyaknya jumlah paten, belum tingginya
kontribusi iptek di sektor industri dan masih belum optimalnya mekanisme
intermediasi iptek dalam menjembatani penyedia dan pengguna iptek.
Selain itu, kita masih dihadapkan pada masalah keterbatasan sumber daya
iptek, belum berkembangnya budaya iptek, serta belum optimalnya peran
iptek dalam mengatasi degradasi fungsi lingkungan hidup.
Selama kurun waktu tahun 2005-2006, upaya-upaya untuk mengatasi
permasalahan yang saya kemukakan tadi terus ditingkatkan. Meskipun belum
semua masalah itu dapat diselesaikan, harus kita akui telah terjadi
peningkatan peran iptek dalam menyelesaikan berbagai permasalahan
bangsa. Misalnya, kita telah mampu menerapkan biologi molekuler dalam
mengindentifikasi teroris melalui DNA-nya, serta penyusunan perangkat
teknologi sistem peringatan dini tsunami yang telah diujicobakan di
Padang dan sedang dikembangkan untuk daerah-daerah lain. Kita pun tengah
berupaya mengembangkan teknologi untuk menghasilkan bio-energi seperti
bio diesel dan minyak jarak. Peningkatan lainnya adalah kemampuan kita
dalam meningkatkan teknologi indera satelit untuk menentukan lokasi
kebakaran hutan, pengusaan penerapan teknologi radiasi nuklir untuk
menghasilkan tanaman unggul, penerapan teknologi untuk mendukung
perbaikan dan pemeliharaan peralatan militer, serta pengembangan
perangkat lunak komputer berbasis arsitektur terbuka.
Apa yang saya kemukakan tadi menunjukkan, bahwa pengembangan iptek
sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kita harus
memiliki keinginan untuk maju, berkembang, dan mampu mensejajarkan diri
dengan negara-negara lain dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang hanya dapat menggunakan
iptek tanpa mampu menciptakan dan mengembangkannya.
Hadirin yang saya hormati,
Di era global sekarang ini, sejalan dengan peran iptek yang semakin
penting dalam pembangunan, para ilmuwan dituntut untuk lebih banyak
memberikan sumbangan pemikiran dari hasil-hasil karya penelitiannya,
agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. LIPI
sebagai lembaga keilmuan tempat berhimpunnya para ilmuwan harus terus
mengembangkan diri, agar mampu menjadi ”suluh” dalam membangun bangsa
kita yang berbasis ilmu pengetahuan. Saya mendorong LIPI dengan
kebebasan ilmiahnya untuk menggali potensi sumber daya yang kita miliki
dengan tata cara yang lebih sistematis, lebih arif, dan lebih berwawasan
lingkungan.
Pembangunan Cibinong Science Center adalah salah satu bentuk nyata dari
upaya kita untuk memanfaatkan dan melestarikan sumber daya alam,
sekaligus meningkatkan kemampuan Iptek nasional. Sebagai pusat
pendidikan, keberadaan Cibinong Science Center diharapkan dapat
menfasilitasi proses akumulasi pengetahuan bagi masyarakat sebagai
bagian dari upaya strategis untuk peningkatan kualitas sumber daya
intelektual bangsa kita. Cibinong Science Center dapat pula dijadikan
sebagai kawasan wisata ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas
wawasan masyarakat terhadap keanekaragaman hayati sebagai bagian dari
kekayaan bangsa kita. Selain itu juga, dapat menumbuhkembangkan minat
dan keingintahuan masyarakat dalam menemukenali potensi yang terkandung
di dalamnya.
Pembanguan Gedung Herbarium Bogoriense yang merupakan bagian dari
kompleks Cibinong Science Center, saya pandang sebagai langkah strategis
dalam pengembangan ilmu pengetahuan secara umum. Gedung Herbarium ini
dikenal di seluruh dunia sebagai pusat koleksi tumbuhan terbesar di
kawasan tropis Asia yang mendokumentasikan tidak kurang dari 2 juta
spesimen tumbuhan tropika, sebagai tadi dijelaskan oleh Saudara Kepala
LIPI. Gedung ini pun merupakan museum koleksi botani terpenting bagi
sejarah ilmu pengetahuan di tanah air. Melalui fasilitas Herbarium
Bogoriense, Museum Zoologicum Bogoriense dan koleksi mikroba, saya
mendorong para ilmuwan, baik dari dalam maupun dari luar negeri,
terutama yang menekuni keanekaragaman hayati di kawasan tropika, agar
dapat memanfaatkan fasilitasi ini dengan sebaik-baiknya.
Pada tataran kerjasama antarbangsa yang berlandaskan prinsip
komplementasi yang saling menguntungkan, pembangunan Gedung Herbarium
Bogoriense ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen masyarakat
dan Pemerintah Jepang yang peduli terhadap penelitian sumber daya
hayati milik bangsa kita. Pemerintah dan Rakyat Jepang melalui Japan
International Cooperation Agency (JICA) telah memberikan kontribusi yang
sangat berarti dalam pembangunan gedung dan peralatan terkini.
Hadirin yang saya muliakan,
Abad ke-21 yang kita jalani sekarang ini merupakan abad integrasi
kerjasama dan riset multidisiplin. Para ilmuwan dari berbagai negara
berlomba-lomba untuk dapat memberikan hasil karyanya bagi kepentingan
umat manusia sedunia. Akan tetapi, sebagaimana kita maklumi, dana
penelitian bagi pengembangan dan penemuan ilmu pengetahuan sangatlah
besar. Kita belum dapat menyediakan anggaran riset yang dapat mendanai
seluruh program riset para ilmuwan di tanah air.
Di tengah-tengah keterbasan dana penelitian yang tersedia, saya
menyambut baik pembentukan Indonesian Culture Collection atau InaCC
sebuah perkumpulan dari berbagai pihak yang menunjukkan minat dan
komitmen yang sama untuk terus mengembangkan koleksi Herbarium
Bogoriense. Melalui lembaga ini, yang nantinya secara intensif akan
melakukan sejumlah koordinasi serta kerjasama penelitian yang bersifat
komplemen dan saling menguntungkan. Mudah-mudahan, sebagaimana yang saya
kemukan tadi, kita dapat menjadikan negara kita sebagai pusat riset
keanekaragaman hayati dunia. Kita harus tetap optimis dengan segala
keterbatasan, baik keterbatasan dana penelitian maupun fasilitas
penunjangnya.
Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan yang baik ini, sebagaimana saya katakan para pembukaan
sambutan ini, bersamaan dengan Peresmian Herbarium Bogoriense, kita akan
menutup kegiatan ”Tahun Indonesia untuk Ilmu Pengetahuan 2005-2006”,
serta melepas perjalanan Ekspedisi Widya Nusantara. ”Tahun Indonesia
untuk Ilmu Pengetahuan 2005-2006” adalah kegiatan yang kita canangkan
bersama pada tanggal 27 Oktober 2005 yang lalu di Silang Monas Jakarta.
Sejumlah aktifitas terkait dengan peningkatkan kapasitas ilmiah dan
pengetahuan bangsa telah dilaksanakan sejak itu. Meskipun kegiatan
”Tahun Indonesia untuk Ilmu Pengetahuan 2005-2006” akan kita akhiri
bersama-sama tentunya sejumlah aktifitas yang telah dilaksanakan harus
terus dikembangkan.
Khusus kepada seluruh anggota Tim Ekspedisi Widya Nusantara yang akan
memulai ekspedisi ilmiah, saya menyampaikan ucapan selamat jalan dan
selamat bertugas. Ekspedisi ilmiah yang bertujuan untuk mengeksplorasi
sumber daya hayati yang dimiliki oleh bangsa kita, saya anggap penting
dan harus kita dukung sepenuhnya. Ekspedisi ilmiah dapat berperan selain
sebagai langkah awal untuk meningkatkan daya saing bangsa, juga akan
memperluas dan memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat terhadap
kekayaan bangsa sendiri. Kepada para peneliti yang terlibat pada
ekspedisi ilmiah ini, saya turut berdoa, mudah-mudahan penelitian yang
akan dilakukan dapat membawa hasil yang menggembirakan.
Hadirin yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik ini pula, saya meminta kepada para peneliti di
lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, para peneliti di
berbagai perguruan tinggi dan para peneliti dari berbagai lembaga
swadaya masyarakat untuk bersama-sama melakukan penelitian guna
mengidentifikasi dan memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi
masyarakat. Berikan jalan keluar terbaik, agar masyarakan dapat
menemukan solusi dari masalah yang kita hadapi bersama. Perbanyaklah
riset yang memiliki manfaat besar bagi peningkatan mutu hidup
masyarakat. Saya mengajak para peneliti untuk lebih intensif turun ke
tengah-tengah masyarakat, agar dapat memperoleh bahan-bahan riset yang
langsung berorientasi pada pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh
masyarakat kita.
Kepada Pemerintah dan Rakyat Jepang, sekali lagi saya ucapkan terima
kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bantuan yang
diberikan dalam pembangunan Gedung Herbarium Bogoriense ini.
Mudah-mudahan keberadaan gedung ini dapat memberikan manfaat bagi kedua
bangsa khususnya di bidang ilmu biologi.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, pada kesempatan yang baik ini, ijinkan
saya menyampaikan beberapa harapan dan ajakan kepada Saudara semua,
sebagaimana yang telah saya sampaikan pada beberapa kesempatan
terdahulu.
Saudara-saudara,
Kalau kita mengenal gelombang peradaban yang terjadi di dunia ini, kita
mengenal gelombang pertama adalah gelombang pertanian. Gelombang kedua
adalah gelombang peradaban industri. Gelombang ketiga dimana sekarang
kita berada, konon disebut gelombang peradaban informasi. Bumi berputar,
jaman berubah dan kita sesungguhnya memasuki era baru. Barangkali,
patut bangsa sedunia, termasuk para peneliti dan ilmuwan memikirkan
datangnya gelombang peradaban baru atau gelombang keempat yang menurut
pendapat saya harus lebih peduli, lebih bersatu, lebih bekerja sama
untuk menyelamatkan bumi kita.
Mengapa? Kita mengetahui, bahwa dengan makin tuanya usia bumi dimana
kita hidup dewasa ini terjadi banyak perubahan dan peristiwa-peristiwa
alam. Kita mengenal climate change, kita mengenal global warming, kita mengetahui susutnya sumber-sumber daya alam, terutama yang nanti berkaitan dengan bahan pangan, energi, dan air, food, energy and water.
Dengan berbagai dinamika dan perkembangan peristiwa alam ini, dampaknya
pun telah mulai rasakan di seluruh dunia, negara kita pun telah mulai
merasakan. Oleh karena itu, menurut pemikiran saya, sudah sampai, sudah
pada saatnya untuk kita bersama-sama memasuki era baru ini dengan
menjalin kemitraan atau partnership dan kerjasama atau global cooperation yang bisa benar-benar menyelamatkan bumi kita, memelihara sustainability dari kehidupan kita dalam tatanan dunia yang tentram dan damai.
Sebagai contoh, dengan susutnya ketersediaan bahan pangan dan energi,
dengan berkembangnya jumlah penduduk dunia, maka ada tiga pilar yang
harus kita bangun dan ciptakan. Pilar pertama sebuah komitmen, sebuah policy, sebuah action, national action to global action, bagaimana kita benar-benar bisa menyelamatkan bumi ini, bisa memelihara sustainability dari kehidupan kita.
Yang kedua, tiada lain adalah kontribusi teknologi. Karena teknologi
dalam perkembangannya bisa menjadi solusi atas berbagai masalah,
termasuk kelangkaan pangan energi dan air bersih dan solusi pada
masalah-masalah yang lain. Technology, technological innovation.
Dan yang ketiga tiada lain adalah sebuah perubahan gaya hidup, nilai, kebiasaan, budaya, jadi global lifestyle, global culture, new culture
yang harus kita bangun dengan penuh kesadaran, bahwa dunia makin tua
harus kita selamatkan bersama-sama. Kesadaran itu harus mewujud akhirnya
menjadi satu gaya hidup, antara lain gaya hidup yang hemat energi, gaya
hidup pangan, gaya hidup yang hemat air, dan komoditas-komoditas
lainnya. Inilah yang saya maksudkan dengan bagaimana kita menyambut
datangnya era baru dengan new awareness, new commitment, dan new action untuk melangkah bersama-sama menyelamatkan bumi kita, mempertahankan kesinambungan kelangsungan hidup umat manusia sejagad.
Berkaitan dengan itu, dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di dalam
membangun ekonomi, kita pun harus mempersiapkan diri sejak sekarang
untuk menemukan, menggali dan mengembangkan sumber-sumber ekonomi
gelombang keempat itu. Sumber-sumber ekonomi, kegiatan ekonomi yang
ramah lingkungan, ini dapat kita wujudkan sebagai contoh dalam kegiatan
pariwisataan. Pada saatnya nanti, manusia yang hidup dengan suasana yang
serba modern, serba mekanistis dengan kehidupan yang syarat dengan
informasi datang berkunjung ke tempat-tempat yang tentram, yang teduh,
yang damai, yang tenang, yang ramah lingkungan. Oleh karena itulah, eco-tourism
menjadi sangat penting. Itulah sumber-sumber ekonomi yang dapat
diangkat dari lingkungan hidup kita, juga merupakan sumber baru yang
barangkali akan memiliki nilai tambah yang tinggi di waktu yang akan
datang.
Keragaman flora, fauna, dan mikroba misalnya, sangat baik untuk
menjadikan Indonesia, tanah air tercinta yang indah ini menjadi sumber
ekonomi pariwisata yang insya Allah akan memberikan pendapatan dan
penerimaan negara yang tidak kecil. Yang lain, yang kita sebut dengan
ekonomi warisan, heritage based economy, saya kira negara kita
tidak kurang dari kebesaran sejarah, kebesaran warisan, kemudian budaya
leluhur kita yang apabila kita tata dengan baik, itu juga merupakan
sumber baru dari heritage economy.
Kemudian tentunya, kita sadar bahwa pertumbuhan ekonomi di waktu datang, yang akan datang haruslah a green growth.
Pertumbuhan yang sangat memperhatikan kelestarian ekosistem kita,
kesinambungan pemeliharaan lingkungan kita. Tentu ini memerlukan mindset,
memerlukan paradigma, memerlukan pendekatan, memerlukan kebijakan,
strategi, dan aksi, aksi yang tepat untuk itu. Kita tidak boleh
terlambat menjemput datangnya era itu, kita memerlukan kerjasama global
untuk itu juga.
Saudara ingat, pada abad-abad yang lalu, sumber daya alam di negeri kita
banyak diambil oleh era penjajahan di waktu yang lalu. Oleh karena itu,
dalam mengatasi permasalahan negara-negara berkembang, termasuk negara
kita, memerlukan tanggung jawab moral bersama dari manusia sejagad.
Dengan demikian, kemampuan negara berkembang seperti Indonesia untuk
meningkatkan kesejahteraannya, untuk memelihara lingkungannya,
melestarikan apa yang harus kita lestarikan juga memiliki resources, memiliki sumber daya atas kerjasama dan kemitraan itu. Itulah yang akan menjadi new global justice, keadilan sedunia yang sama-sama harus kita bangun. Karena menyelamatkan bumi, to save our planet diperlukan kebersamaan, caring and sharing dari kita semua, agar semua itu dapat terwujud dengan baik.
Itulah yang perlu saya sampaikan di hadapan para ilmuwan, para peneliti,
para teknolog dan semua, lakukan inovasi yang cerdas, lakukan
penelitian dan pemberian solusi-solusi atas berbagai permasalahan yang
kita hadapi bersama, bahkan dihadapi oleh manusia sejagad. Saya yakin
putra-putri Indonesia yang cerdas, yang peduli akan dapat melakukan
sesuatu yang sangat berguna bagi bangsa dan negaranya dan bahkan bagi
manusia di dunia.
Saudara-saudara,
Dengan harapan dan ajakan itu, mudah-mudahan kita dapat melangkah
bersama menuju era yang kita harapkan, era yang lebih baik dari sekarang
ini. Akhirnya, menutup sambutan saya dengan memohon ridho Tuhan Yang
Maha Kuasa, serta dengan mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”,
Gedung Herbarium Bogoriense, saya nyatakan dibuka dengan resmi. Demikian
pula, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, ”Tahun Indonesia
untuk Ilmu Pengetahuan 2005-2006” secara resmi saya tutup. Dan dengan
memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Besar, saya lepas Tim Peneliti
Ekspedisi Widya Nusantara.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, kedatangan Anda kami tunggu kembali. www.inawan.blogspot.com